Penyerahan SK Pengangkatan PNS

Sebanyak 252 calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Metro resmi mengantungi SK pengangkatan sebagai CPNS, Senin (11/3). Penyerahan SK Pengangkatan PNS itu dilakukan di Wisma Haji Kota Metro dan dihadiri Walikota Metro Achmad Pairin.

Kepada para pegawai baru tersebut Pairin mengingatkan agar jangan minta pindah kerja. “Jangan baru sampai satu tahun, sudah minta pindah. Otomatis akan mengurangi jumlah pegawai lagi. Karena dari kuota 256 hanya terpenuhi 252. Karena pilihannya sudah di Kota Metro, ya jalani tugasnya sesuai dengan pilihannya,” kata Pairin.

Upacara Bulanan Pemerintah Kota Metro Di Bulan Febuari 2019

Metro, Lampung – Pemerintah Kota Metro mengadakan kegiatan Upacara Bulanan Pemerintah Kota Metro, yang berlangsung di Samber Park Kota Metro (18/02/19).



Upacara tersebut dimulai pukul 07.30, dan dihadiri oleh Walikota Metro,Wakil Walikota Metro, Sekda Kota Metro, Para Staff Ahli, Para Asisten, serta Seluruh OPD yang ada di Lingkungan Pemerintah Kota Metro

Upacara mempringati hari pahlawan ke 73

Metro , sabtu 10 november 2018

Upacara memperingati hari pahlawan ke 73 di ikuti oleh organisasi perangkat daerah (OPD), organisasi masyarakat (ORMAS), TNI, POLRI, MAHASISWA, dan di ikuti juga siswa siswi sekolah menengah pertama (SMP)  yang dilaksanakan di lapangan samber Kota Metro
Upacara yang dipimpin langsung oleh pembina upacara Walikota Metro Ahmad Pairin , upacara dimulai dengan pengibaran bendera merah putih yang dilanjutkan dengan mengheningkan cipta dan sirine. Selanjutnya dilakukan pembacaan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan pesan-pesan pahlawan oleh petugas upacara.

mengenang 10 november

Pertempuran Surabaya merupakan peristiwa sejarah perang antara pihak tentara Indonesiadan pasukan Britania Raya. Peristiwa besar ini terjadi pada tanggal 10 November 1945 di Kota SurabayaJawa Timur. Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.

Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan. Pasukan sekutu mendapatkan perlawanan dari pasukan dan milisi Indonesia.

Selain Bung Tomo terdapat pula tokoh-tokoh berpengaruh lain dalam menggerakkan rakyat Surabaya pada masa itu, beberapa datang dari latar belakang agama seperti KH. Hasyim Asy’ariKH. Wahab Hasbullah serta kyai-kyai pesantren lainnya juga mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat sipil sebagai milisi perlawanan (pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kyai/ulama) sehingga perlawanan pihak Indonesia berlangsung alot, dari hari ke hari, hingga dari minggu ke minggu lainnya. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur. Pertempuran ini mencapai waktu sekitar tiga minggu.

Setidaknya 6,000 – 16,000 pejuang dari pihak Indonesia tewas dan 200,000 rakyat sipil mengungsi dari Surabaya. Korban dari pasukan Inggris dan India kira-kira sejumlah 600 – 2000 tentara. Pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribuan korban jiwa tersebut telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk melakukan perlawanan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban pada hari 10 November ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan oleh Republik Indonesia hingga sekarang.